Home Kesehatan Cegah Sakit Kronis, Ini 5 Alasan Bunda Harus Batasi Anak Konsumsi Gula

Cegah Sakit Kronis, Ini 5 Alasan Bunda Harus Batasi Anak Konsumsi Gula

0

GadoGadoAsin.com – Ada banyak makanan ataupun minuman yg dikonsumsi anak-anak cenderung mempunyai rasa manis dan mengandung gula dalam kadar yg tinggi. Padahal konsumsi gula pada anak perlu adanya batasan.

Menurut WHO, tubuh hanya butuh gula kurang dari 10% dari total asupan energi atau setara dengan 50 gram gula per hari (jika kebutuhan energi harian 2000 kalori/hari). Sementara berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, saran konsumsi gula harian menurut kelompok usia adalah:

  • Umur 3 tahun: 2-5 sendok teh
  • Umur 4-6 tahun: 2,5-6 sendok teh
  • Umur 7-12 tahun: 4-8 sendok teh

Lebih dari 13 tahun, dan termasuk dewasa: 5-9 sendok teh (40 gram)
Sebenarnya gula merupakan salah satu sumber energi untuk tubuh, namun jika asupan gula berlebih pada anak dibiarkan sampai-sampai dewasa, maka akan berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber mengenai alasan ilmiah mengapa Bunda harus menghalangi konsumsi gula pada si Kecil. Disimak yuk, Bund!

1. Tinggi akan kalori kosong
Gula adalah bahan makanan yang tinggi kalori. Menurut U.S Department of Agriculture, dua sendok makan sirop jagung pemanis biasa mengandung 120 kalori dan sebagian besarnya berasal dari karbohidrat.

Meskipun gula adalah salah satu sumber energi tubuh, tetapi kalori dalam gula merupakan kalori yang relatif tinggi dan tdk mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, semacam vitamin, mineral, protein, lemak, dan serat.

Oleh karena itu, makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan, seperti es krim, permen, soda, dan kue, kadang-kadang cenderung tinggi kalori tetapi tak mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh anak.

Terlalu sering konsumsi makanan dan minuman dengan gula berlebih dapat sebabkan anak alami peningkatkan berat badan drastis hingga obesitas.

2. Menggantikan makanan sehat
Jika anak dibiarkan terlalu rutin konsumsi gula, kemungkinan anak dapat kehilangan nutrisi penting dari tubuhnya. Karena berbagai nutrisi esensial yg diperlukan tubuh, semacam protein, lemak sehat, serat, vitamin, antioksidan, dan mineral, tidak bisa ditemukan dalam makanan yg tinggi gula.

Padahal nutrisi yg disebutkan memiliki khasiat mengendalikan gula dasar, rasa lapar, serta manfaat penting lainnya. Itulah mengapa seseorang yang mengonsumsi gula berlebih lebih berisiko terkena penyakit kronis seperti jantung, diabetes, obesitas, dan kanker, karena tdk cukup mendapatkan nutrisi lain yg diperlukan tubuh.

3. Menyebabkan rasa ingin terus-terusan makan
Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition, konsumsi terlalu banyak gula tambahan, utamanya makanan yg kaya akan jenis gula fruktosa, bisa secara signifikan meningkatkan kadar hormon ghrelin yg mendorong rasa lapar sekaligus menurunkan kadar hormon peptida penekan nafsu makan YY (PYY).

Fruktosa ini bisa tingkatkan nafsu makan dengan memengaruhi bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus bertanggung jawab atas banyak fungsi, termasuk mengendalikan nafsu makan, pembakaran kalori, dan metabolisme karbohidrat serta lemak.

Selain itu, menurut jurnal Nutrients, sebuah penelitian yg dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa fruktosa memengaruhi sistem sinyal di hipotalamus, meningkatkan level neuropeptida yang merangsang rasa lapar, dan menurunkan sinyal perasaan kenyang.

Mengonsumsi gula atau makanan makanan manis berlebih dapat membuat anak ingin terus-terusan makan yg pada akhirnya bisa sebabkan kenaikan berat badan drastis.

4. Memengaruhi kadar gula darah dan hormon
Jika anak terbiasa mengonsumsi makanan ataupun minuman dengan gula tinggi setiap hari akan sebabkan kadar gula dara meningkat dan membuat kerusakan serius pada tubuh.

Mengutip dari laman Healthline, kadar gula darah dapat menyebabkan kenaikan berat badan melalui peningkatan resistensi insulin, keadaan saat sel-sel berhenti merespons insulin dengan baik yg memicu kadar gula dan insulin meningkat.

Meskipun sel menjadi resistan terhadap efek insulin pada pengambilan gula darah, sel tetap responsif terhadap peran hormon dalam penyimpanan lemak. Artinya, penyimpanan lemak akan meningkat.

Inilah sebabnya mengapa resistensi insulin dan gula darah tinggi dikaitkan dengan peningkatan lemak tubuh, khususnya di daerah perut. Oleh sebab itu anak perlu dibatasi konsumsi gula sesuai dengan kebutuhan gula hariannya.

5. Memicu obesitas dan penyakit terkait
Banyak penelitian yang telah membuktikan kaitan antara konsumsi makanan tinggi gula dengan penambahan berat badan dan keadaan medis kronis, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes, baik pada orang tua maupun anak-anak.

Misalnya seperti yg disebutkan dalam jurnal Obesity Facts, 30 studi pada lebih dari 242 ribu orang dewasa dan anak-anak mempunyai hubungan yang signifikan antara minuman manis dengan obesitas.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients juga melaporkan bahwa anak umur 6 sampai-sampai 10 thn yang mengonsumsi lebih banyak gula mempunyai lebih banyak lemak tubuh secara signifikan daripada anak-anak yg mengonsumsi lebih sedikit gula tambahan.

Kemudian, mengutip dari laman Healthline, banyak penelitian yang telah melaporkan kaitan antara konsumsi makanan tinggi gula dan kelebihan berat badan dengan berbagai penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, kolesterol, dan depresi.

Nah itu dia Ma alasan mengapa Bunda perlu menghambat konsumsi gula pada si Kecil. Sebenarnya tidak masalah bila mereka menggemari makanan manis, namun tetap ingat untuk membatasi gula hariannya supaya tidak mengalami kelebihan berat badan dan penyakit kronis lainnya sejak dini.

Exit mobile version