Inilah Beragam Fakta di Balik Mitos Seputar Kehamilan yang Sebaiknya Bunda Ketahui

0
32

Pada saat hamil, Bunda pasti sering mengalami kecemasan dan kebingungan perihal mitos-mitos yang banyak diyakini masyarakat, terutama bagi yang baru pertama kali hamil.
Fakta dibalik mitos kehamilan
Tak dipungkiri, bahkan saking kuatnya kepercayaan terhadap mitos-mitos tersebut, banyak ibu hamil yang mengikuti mitos tersebut tanpa mencari kebenaran tahu bagaimana fakta dari sisi medis/ilmiah.

Nah, bicara mengenai mitos seputar kehamilan, kali ini kami akan membagikan informasi terkait fakta tentang mitos-mitos tersebut.

Macam-Macam Mitos Seputar Kehamilan dan Faktanya

• Mitos Makan Sambal Berisiko Melahirkan Bayi Botak
Ibu hamil yang memiliki kebiasaan makan sambal, maka bayi yang dilahirkan nantinya akan botak.
Faktanya, bahwa tidak ada hubungannya antara kebotakan bayi dengan kebiasaan makan sambal ketika hamil. Namun di samping adanya mitos tersebut, ibu hamil sebaiknya mengurangi atau menghindari makanan yang pedas karena dapat menyebabkan sakit perut atau diare.

• Mitos Jenis Kelamin Bayi Sesuai dengan Bentuk Perut Ibu
Ibu hamil yang bentuk perutnya meruncing ke depan, maka bayi akan berkelamin laki-laki. Jika perut ibu hamil membulat ke samping, berarti bayi akan berkelamin perempuan.

Faktanya, bahwa bentuk perut ketika hamil bergantung dengan bentuk alami dari tubuh ibu itu sendiri. Jika tubuh ibu hamil memang tinggi dan besar, maka bentuk perutnya akan cenderung berbeda dengan bentuk perut ibu hamil yang berpostur mungil.

• Mitos Larangan Mandi Ketika Hamil Tua
Ibu hamil dilarang mandi karena kotoran yang ada di dalam air akan meresap dan membuat bayi tercemar oleh kotoran dari tubuh ibu itu sendiri.

Faktanya, terdapat selaput lendir yang membungkus rahim sehingga bayi di dalam rahim sudah terlindung dan kotoran dari air sisa mandi tidak akan sampai ke tubuh bayi. Bunda harus tetap mandi ketika sedang hamil untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, asalkan menggunakan air dengan suhu yang hangat dan menyegarkan bagi tubuh.

• Mitos Melihat Gerhana Bulan
Ibu hamil dilarang melihat gerhana bulan, jika tidak ingin bayi yang dikandungnya lahir dalam kondisi bibir sumbing. Dan apabila ibu hamil tidak sengaja melihat gerhana bulan, harus mengucapkan “amit-amit jabang bayi” dengan mengusap-usap perutnya.

Faktanya, bibir sumbing bisa terjadi karena adanya faktor genetik dari orang tua. Berbeda dengan suku Aztec yang memercayai bahwa ibu hamil yang melihat gerhana akan melahirkan bayi dengan bibir seperti digigit karena mereka meyakini bahwa gerhana bulan merupakan gigitan di bagian wajah. Jadi dengan kata lain, bibir sumbing pada bayi tidak ada hubungannya dengan melihat gerhana bulan ketika hamil karena murni adanya faktor genetik.

• Mitos Larangan Berhubungan Seksual
Ibu hamil dilarang melakukan hubungan seksual ketika hamil karena dapat membahayakan kehamilan.

Faktanya, melakukan hubungan intim merupakan aktivitas yang tidak membahayakan bayi di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan sudah terdapat kantong ketuban, otot rahim, dan lapisan lendir tebal di mulut rahim yang akan melindungi bayi. Mengalami orgasme juga tidak akan menyebabkan keguguran karena kontraksi otot ketika orgasme berbeda dengan kontraksi pada saat melahirkan. Bunda tidak perlu cemas melakukan hubungan seksual selama tidak ada kelainan kondisi kehamilan. Namun, alangkah lebih baik jika Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari risiko pendarahan, keguguran, ataupun persalinan premature.

• Mitos Mengenai Kondisi Awal Kehamilan
Semua ibu hamil mengalami kondisi dan tanda awal kehamilan yang sama.

Faktanya, setiap ibu hamil memiliki tanda-tanda kehamilan dan kondisi yang berbeda. Perubahan hormon pada awal kehamilan membuat ibu hamil mengalami kondisi yang tidak biasa dan berbeda satu sama lain. Misalnya, sensitivitas terhadap aroma tertentu, keinginan untuk selalu buang air kecil, dan nyidam atau keinginan untuk memakan makanan tertentu. Kondisi semacam ini tidak selalu sama antara ibu hamil satu dengan lainnya. Ibu hamil yang sensitif terhadap aroma tertentu belum tentu ingin mengonsumsi makanan tertentu. Begitu pula dengan ibu hamil yang mengalami produksi liur berlebih, belum tentu sensitif terhadap aroma tertentu.

• Mitos Larangan Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil
Ibu hamil dilarang menaiki pesawat, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan akibat radiasi dari mesin pemindai di bandara maupun karena berada di tempat ketinggian.

Faktanya, mesin pemindai tubuh atau mesin X-ray yang ada di bandara memang memancarkan radiasi. Namun yang perlu Bunda ketahui, menurut seorang profesor ahli fetomaternal bahwa tingkat radiasi tersebut tergolong kecil sehingga tidak cukup untuk menembus masuk ke tubuh dan tidak akan mengganggu bayi di dalam kandungan,

Itulah diatas beberapa fakta di balik beragam mitos seputar kehamilan yang perlu Bunda ketahui. Sebelum mempercayai dan mengikuti mitos-mitos yang beredar, sebaiknya cari terlebih dahulu fakta dan kebenaran dari mitos-mitos tersebut.

Ajukan Pertanyaan