Inilah Tanda-Tanda Air Ketuban Pecah Sebelum HPL dan Tindakan Terbaik Menanganinya

0
56

Salah satu hal yang banyak dikhawatirkan para ibu hamil ialah saat mengalami ketuban pecah sebelum masa hpl. Karena jika lambat penanganannya, bisa memicu terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin.
Tanda air ketuban pecah sebelum hpl
Air ketuban pecah sebelum waktunya merupakan suatu keadaan mengalirnya atau merembesnya air ketuban keluar dari jalan lahir yang tidak disertai tanda akan persalinan. Ketuban pecah sebelum waktu persalinan berisiko menyebabkan infeksi pada bayi.

Perlu diketahui, idealnya selaput ketuban akan pecah atau robek jika kehamilan telah mendekati hpl dan diikuti tanda-tanda akan melahirkan. Nah, terkait hal tersebut, idealnya bunda mengetahui/memahami, mana cairan yang merupakan air ketuban atau bukan. Jika yang keluar memang air ketuban, maka bunda harus segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tanda-tanda mengalami ketuban pecah

Nah, berikut adalah tanda-tanda mengalami kondisi ketuban pecah yang sebaiknya bunda ketahui.

1. Ada cairan yang merembes dan menetes dari vagina
Tanda pertama yang perlu mendapatkan perhatian yaitu ibu hamil akan merasakan adanya cairan yang merembes, bahkan menetes keluar dari vaginanya. Ibu hamil dapat merasakan cairan tersebut keluar, namun tidak dapat menahannya. Cairan yang keluar tersebut biasanya volumenya bisa sedikit dan kadang juga banyak, bergantung seberapa besar kebocoran yang dialami. Banyak ibu hamil yang tidak menyadari jika cairan yang keluar tersebut merupakan cairan ketuban, sehingga sering kali diabaikan.

2. Menyisakan lendir dan bercak putih di celana dalam
Tanda kedua dari pecahnya ketuban yaitu keluarnya lendir bersama dengan air ketuban yang menetes. Volume lendir ini bergantung pada banyaknya air ketuban. Jika air ketuban keluar cukup banyak, maka lendir yang keluar juga cenderung banyak, begitupun sebaliknya. Seperti orang yang sedang mengalami keputihan, air ketuban dan lendir yang keluar tersebut juga menyisakan bercak putih pada celana dalam. Namun warna antara keputihan dengan bercak sisa pecahnya air ketuban sangatlah berbeda. Jika pada keputihan berwarna seperti putih telur dan biasanya juga agak kekuningan, maka bercak dari air ketuban berwarna lebih bening dan keruh serta tidak berbau.

3. Merasa ada sesuatu yang pecah di dalam perut
Ciri ketiga yang dapat menandakan air ketuban pecah yaitu ibu hamil merasakan ada sesuatu yang pecah di dalam perutnya. Seperti balon berisi air yang meletus, air ketuban yang pecah juga cukup mengagetkan ibu hamil ketika ada lapisan yang meletus dan mengeluarkan air dari vagina. Karena kaget, sebagian besar ibu hamil jadi merasa panik dan gelisah akan hal itu. Namun, sebisa mungkin bunda untuk tetap tenang dan segeralah memeriksakan diri kepada dokter kandungan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan ibu dan janin.

4. Cairan memiliki suhu yang hangat
Ketika cairan ketuban merembes dan keluar organ intimnya, ibu hamil akan merasakan suhu yang hangat seperti air seni. Namun walaupun hampir sama hangatnya dengan air seni, cairan air ketuban memiliki ciri-ciri yang berbeda. Jika air seni berwarna kuning, maka air ketuban memiliki warna yang bening, agak keruh, dan terkadang disertai lendir dan darah.

5. Merasa ada tekanan di dalam perut
Tidak hanya cairan saja yang keluar ketika ketuban pecah, namun ibu hamil tersebut juga akan merasakan adanya tekanan di daerah perut bagian bawah. Sebagian ibu hamil juga akan merasakan tekanan tersebut dengan disertai kontraksi secara terus menerus dan biasanya menimbulkan rasa sakit. Jika bunda mengalami kejadian seperti ini, segeralah untuk memeriksakan kandungan bunda.

6. Sakit ketika kontraksi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ketika ketuban pecah maka beberapa ibu hamil akan merasakan kontraksi yang cukup kuat. Kontraksi tersebut dapat memicu sakit yang luar biasa di bagian perut dan punggung. Biasanya, kontraksi tersebut terjadi ketika usia kehamilan mendekati hari perkiraan lahir karena pergerakan bayi menjadi sangat aktif dan menandakan bahwa waktu persalinan semakin dekat.

Jika bunda mengalami tanda-tanda keluarnya air ketuban sebelum waktu persalinan seperti yang dijelaskan diatas, pastikan bunda jangan panik. Kali pertama yang perlu bunda lakukan adalah mencoba untuk menenangkan pikiran. Rilekskan tubuh di tempat tidur atau sofa.

Kemudian mintalah suami atau orang terdekat untuk segera menghubungi dokter kandungan atau mengantarkan bunda ke dokter kandungan agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Ajukan Pertanyaan