Tanda-Tanda dan Gejala Hamil Anggur yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil

0
15

Setiap orang pastinya mendambakan kehamilan yang sehat dan normal. Namun nyatanya, tak sedikit yang mengalami hal sebaliknya. Salah satunya mengalami kehamilan anggur, yaitu sejenis tumor jinak yang terbentuk karena kegagalan pembentukan janin pada awal kehamilan.
ciri ciri hamil anggur
Nah, bicara mengenai hamil anggur, ada beberapa gejala atau tanda-tanda sebagai indikasi keluhan ini. Diantaranya adalah:

Beberapa Gejala Fisik Ibu Hamil saat Mengalami Hamil Anggur

1. Mual dan Muntah
Biasanya pada trisemester pertama kehamilan, wajar jika ibu hamil mengalami mual dan muntah. Begitu pula pada kondisi hamil anggur, namun dengan intensitas yang berbeda. Wanita yang mengalami hamil anggur akan muntah dan mual hebat dengan intensitas sangat sering tanpa penyebab apapun. Sehingga biasanya akan merasa sangat lemas.

2. Demam Tinggi
Selain mual dan muntah, gejala lain dari hamil anggur adalah demam tinggi bahkan hingga menggigil dan kejang. Kondisi demam akan naik turun sendirinya sehingga tidak dapat diprediksi.

3. Nyeri Panggul
Gejala yang lain adalah nyeri panggul. Keadaan ini disebabkan oleh kondisi hipertiroidisme (kadar hormon tiroksin dalam tubuh terlalu tinggi) sehingga mengacaukan sistem metabolisme tubuh saat hamil. Ketika mengalami hamil anggur, wanita akan memproduksi kelenjar tiroid dengan jumlah yang melebihi normal, sehingga hormon tiroid akan lebih aktif didalam tubuh. Selain nyeri pada panggul, ibu hamil juga akan mengalami nyeri dibagian lain seperti perut, lutut, kepala pusing dan kaku dibagian leher.

4. Detak Jantung Tidak Teratur dan Keringat Berlebih
Selain menyebabkan nyeri pada panggul, hormon tiroid yang terlalu tinggi pada tubuh akan menyebabkan detak jantung tidak teratur. Hal ini tentunya membuat ibu hamil mudah lelah dan mudah pingsan. Selain itu, ibu hamil akan sering mengalami keringat berlebih (keringat dingin) meskipun tidak melakukan aktivitas apapun.

5. Ukuran Perut yang Abnormal
Ukuran perut ibu hamil pastinya akan berkembang sesuai dengan usia kandungan. Hal ini berbeda dengan kehamilan anggur, waita akan mengalami perkembangan perut yang cenderung tidak sesuai dengan usia kehamilan. Ukurannya akan lebih besar dan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kehamilan normal. Hal ini disebabkan oleh jaringan janin anggur yang perkembangannya sangat cepat.

6. Tekanan Darah Tinggi
Perkembangan janin yang sangat cepat dan cenderung tidak normal, akan mengakibatkan ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini karena tubuh tidak dapat menyesuaikan keadaan janin yang berkembang terlalu dini (belum saatnya). Karenanya, ibu akan mudah lelah hingga pingsan.

7. Pendarahan di Area Vagina
Beberapa kehamilan normal memang sering mengalami pendaharan kecil pada trisemester pertama. Biasanya hanya berupa flek coklat dan tidak berlangsung lama ( hanya 1 atau 2 kali). Namun pada kehamilan anggur biasanya ibu akan sering mengalami pendarahan yang berbeda. Jumlah darah yang keluar biasanya banyak, berwarna merah cerah, dan berbau segar seperti saat sedang menstruasi dan terjadi berkali kali. Sehingga biasanya, banyak yang mengira jika si ibu mengalami keguguran. Kondisi ini sebenarnya dipicu oleh perkembangan janin yang terlalu cepat. Sedangkan rahim belum siap untuk menampung janin yang terlalu besar pada trisemester pertama.

8. Tulang dan Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi
Ketika melakukan pemeriksaan dokter melalui USG, detak jantung serta tulang janin tidak akan terdeteksi meskipun ukuran perut ibu sudah besar. Berbeda halnya dengan kehamilan normal, USG secara gambalang dapat mendeteksi adanya tulang janin. Biasanya, dokter akan memeriksa ulang dalam 7 hari. Jika tulang dan detak jantung janin masih tidak dapat dideteksi dapat disimpulkan ibu mengalami kehamilan anggur atau janin mati dalam kandungan. Kondisi ini disebabkan oleh perkembangan janin yang tidak normal serta adanya kista dalam rahim.

9. Terdeteksi Kista dalam Rahim
Saat mengalami kehamilan anggur, USG tidak dapat mendeteksi adanya tulang dan detak jantung bayi. Namun biasanya, justru kista yang akan terdeteksi berada di dalam rahim. Dan karena kista dapat membahayakan ibu, biasanya akan dilakukan tindaka operasi untuk pengangkatan kista. Sekaligus kureta untuk membersihkan janin pada kehamilan anggur.

Nah itu dia diatas beberapa gejala hamil anggur yang sebaiknya diwaspadai. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here