Home Otomotif Mobil Inilah 5 Risiko yg Mungkin Terjadi Jika Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

Inilah 5 Risiko yg Mungkin Terjadi Jika Mobil Jarang Dipakai karena PSBB

0

GadoGadoAsin.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia membuat banyak mobil lebih banyak tidak digunakan. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang mengira bahwa mobil tdk akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Asumsi ini malah salah, sebab mobil yg dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan “penyakit” baru pada komponen-komponen penting kendaraan roda empat.

Karena sudah tak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara sering semacam ketika mobil masih rutin dikendarai.

Tak dipungkiri berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berimbas pada beberapa risiko kerusakan komponen krusial pada mobil, jadi mobil yg jarang dipakai belum tentu akan terbebas dari masalah.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mari simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak agar tahu metode pencegahannya selama masa PSBB masih berlangsung.

1. ACCU tekor

Risiko pertama merupakan pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen ACCU / aki. Hal ini akan dirasakan ketika pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tidak enak digunakan.

Mobil akan menjadi susah dinyalakan sebab adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada usia dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Tipsnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menyalakan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit.

Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin pada ban berkurang terjadi apabila mobil terparkir terlalu lama, meyebabkan bagian ban yg menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan seusai sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yg berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Tipsnya, jalankan mobil beberapa ketika (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan.

Hal ini bertujuan supaya tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia yg tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar bila mesin tak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yg terjadi merupakan bahan bakar akan tercampur dengan air yg menguap sehingga bisa mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki/saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yg akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara sering agar bensin yg dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel feses dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem

Ketika mobil tdk digunakan dalam durasi yg cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yg dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi.

Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Tipsnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya saat mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak lah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yg tak bersikulasi.

Hal ini dapat memicu endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil saat mobil hendak dipakai kembali.

Tipsnya, dianjurkan agar rajin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan supaya gas pendingin freon tdk mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh ketika pandemi masih berlangsung semacam sekarang ini sangatlah penting, tetapi jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Kamu dengan menerapkan tips-tips di atas.

Exit mobile version